Dipengaruhi upaya blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin tercatat melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah munculnya rencana blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat pasca kegagalan perundingan damai dengan Iran.
“Dipengaruhi upaya blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Dalam laporan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Angkatan Laut AS akan melakukan blokade di Selat Hormuz, yang turut memperburuk ketidakpastian pasar global. Komando Pusat AS juga disebut mulai menerapkan pembatasan lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan Iran.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh kapal tanpa pengecualian, termasuk kapal dari negara lain yang melintas di wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.
Selain faktor geopolitik, Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di level 5,2 persen, sedikit di atas realisasi tahun sebelumnya namun masih di bawah target pemerintah.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke posisi Rp17.122 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.112 per dolar AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026